Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net

Dunia

Indonesia Menyambut Kesepakatan Tahap Awal Negosiasi Perdamaian Afganistan

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 14:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai salah satu negara pendorong negosiasi perdamaian Afganistan yang disebut sebagai Quint Support Group, Indonesia menyambut baik kesepakatan tahap awal yang sudah disetujui kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah Afganistan dan Taliban telah berhasil menyepakati rules of procedures pada Rabu (2/12).

Tahapan tersebut dinilai penting karena memungkinkan terjadinya kesepakatan damai tahap berikutnya, di mana negosiasi isu substantif dapat dimulai.


"Indonesia menyambut baik kesepakatan yang merupakan langkah penting menuju perdamaian abadi di Afganistan," kata Retno dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Kamis (3/12).

Retno juga mendorong kedua belah pihak untuk terus melakukan interaksi secara konstruktif untuk mencari solusi bersama yang inklusif.

"Indonesia berharap kedua belah pihak dapat segera membahas upaya-upaya untuk mengakhiri kekerasan, antara lain dengan menerapkan jeda kemanusiaan atau humanitarian pause yang diharapkan dapat berlanjut dengan kesepakatan gencatan senjata yang permanen," terang dia.

Jeda kemanusiaan sendiri, kata Retno, dapat digunakan untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di Afganistan.

Retno juga menggemakan kembali komitmen Indonesia untuk mendukung proses perdamaian di Afganistan melalui Quint, termasuk dalam proses pembangunan dan pelibatan peran perempuan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya