Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

WeChat Blokir Pesan Scott Morrison Yang Ditulis Untuk Komunitas Tiongkok

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Platform media sosial China, WeChat, telah memblokir pesan Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Terakhir kali pada Rabu (2/12) pesan itu telah dilihat setidaknya oleh 57 ribu pengguna.

Pesan WEChat Morrison muncul di tengah perselisihan antara para pejabat di Beijing dan Canberra atas gambar satir yang diunggah di Twitter, seperti dilaporkan oleh AP, Kamis (3/12).

Morrison yang khawatir bahwa perselisihan terbaru Australia dan China akan berdampak terhadap komunutas China di Australia, menulis di platform media sosial Tiongkok yang populer itu, untuk menarik jutaan warga Tiongkok.


"Postingan itu tidak mengurangi rasa hormat dan penghargaan terhadap komunitas China di Australia atau persahabatan kami dengan orang-orang di China," ujar Morrison dalam postingannya itu, dalam upayanya untuk menjaga komunitas China tetap aktif.

Namun pesan itu tampaknya diblokir pada Rabu malam, dengan catatan yang muncul dari Pusat Operasi Platform Akun Resmi Weixin yang mengatakan bahwa konten tersebut tidak dapat dilihat karena melanggar peraturan, termasuk mendistorsi peristiwa bersejarah dan membingungkan publik.

Tencent, perusahaan induk WeChat, tidak memberikan komentarnya terkait hal ini.

Gambar satir yang telah menimbulkan kemarahan Australia itu diunggah oleh Juru Bicara China Zhao Lijian. Zhao men-tweet ilustrasi satir yang menampilkan foto seorang tentara Australia membunuh seorang anak Afghanistan dalam pangkuan.

Tweet Zhao itu telah 'disukai' oleh 60 ribu pengikutnya, setelah Twitter menandainya sebagai konten sensitif tetapi menolak permintaan pemerintah Australia untuk menghapus gambar tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya