Berita

Ilustrasi sekolah di Thailand/Net

Dunia

Menteri Pendidikan Thailand Ancam Tutup Website 'Bad Students' Karena Publikasi Nama Guru Dan Sekolah

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 10:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Pendidikan Thailand Nataphol Teepsuwan dibuat geram dengan tindakan grup 'Bad Students' di situs  badstudent.co. Dia mengancam akan menutup situs tersebut karena telah berani mempublikasikan nama guru dan sekolah yang melarang siswa mengenakan pakaian kasual.

Berbicara di program Inside ThailandTV pada hari Rabu (2/12), menteri mengatakan operator situs web tersebut telah melanggar hak orang lain. Dia juga berjanji untuk menuntut operator situs dan bahkan menutup situs tersebut.

Di parlemen, Nataphol mengatakan kementerian akan mencapai kesimpulan tentang aturan potong rambut siswa dan seragam sekolah sebelum akhir bulan ini, seperti dikutip dari Bangkok Post, Kamis (3/12).


Sebuah komite yang dibentuk oleh kementerian telah mengundang kelompok ‘Bad Students’ untuk memberikan pandangan mereka tentang masalah tersebut, kata menteri itu kepada parlemen. Namun, panitia menolak permintaan grup untuk menyiarkan langsung pertemuan tersebut di media sosial, sehingga grup tersebut menolak untuk hadir.

Panitia telah menetapkan bahwa siswa boleh memiliki rambut panjang tapi mereka harus mengikatnya. Untuk masalah seragam sekolah, pihak sekolah dapat memutuskan sendiri apakah akan memperbolehkan siswanya mengenakan pakaian kasual ke sekolah seminggu sekali, sebulan atau sebulan sekali,saran panitia.

Nathapol mengatakan 638 siswa dari 2,5 juta siswa di seluruh negeri telah mengenakan pakaian kasual ke sekolah pada hari pertama semester minggu ini. Namun, masyarakat belum siap jika seragam sekolah dihapuskan sama sekali, tambahnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya