Berita

Pengungsi Tigray yang melarikan diri dari konflik di Tigray, Ethiopia, tiba di tepi Sungai Tekeze di perbatasan Sudan-Ethiopia, di Hamdayet, Sudan timur, Selasa, 1 Desember 2020/Net

Dunia

PBB Dan Ethiopia Tandatangani Kesepakatan Untuk Akses Pengiriman Bantuan Ke Tigray

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebulan setelah konflik mematikan memutus wilayah Tigray dari dunia luar, Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama pemerintah Ethiopia akhirnya sepakat untuk mengizinkan akses kemanusiaan ke wilayah tersebut pada Rabu (2/12).

Terbukanya akses itu berarti mengalirnya pasokan obat-obatan dan makanan di mana tim kemanusiaan bisa segera menurunkan bantuannya ke wilayah itu.

Enam juta warga di sana  mengalami peningkatan kelaparan selama pertempuran antara pemerintah federal dan pemerintah daerah Tigray.
PBB dan sejumlah aktivis kemanusiaan selama berminggu-minggu telah memohon di tengah laporan pasokan yang sangat menipis untuk jutaan orang.  

PBB dan sejumlah aktivis kemanusiaan selama berminggu-minggu telah memohon di tengah laporan pasokan yang sangat menipis untuk jutaan orang.  

Juru bicara kemanusiaan PBB, Saviano Abreu, mengatakan misi pertama untuk melaksanakan penilaian kebutuhan akan dimulai Rabu (2/12) waktu setempat.

“Kami tentunya bekerja untuk memastikan bantuan akan diberikan di seluruh wilayah dan untuk setiap orang yang membutuhkan,” katanya, seperti dikutip dari Times Of Israel, Rabu (2/12).

PBB dan mitranya berkomitmen untuk terlibat dengan semua pihak yang berkonflik untuk memastikan bahwa bantuan untuk Tigray dan wilayah tetangga Amhara dan Afar benar-benar berdasarkan kebutuhan.

Pemerintah Ethiopia tidak segera berkomentar atas kesepakatan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya