Berita

Wakil Perdana Menteri Libya Ahmed Maiteeq/Net

Dunia

Wakil PM Libya: Hanya Turki Yang Mendukung Kami Melewati Masa-masa Sulit

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wakil Perdana Menteri Libya Ahmed Maiteeq mengatakan bahwa Turki adalah satu-satunya negara yang berdiri bersama Libya saat melewati masa-masa sulit. Hal tersebut disampaikannya saat  melakukan evaluasi tentang proses di Libya saat mengikuti Forum Dialog Mediterania di Roma melalui tautan video pada Selasa (1/12).

Meski mencatat bahwa Libya mendapat dukungan banyak dukungan dari berbagai pihak ketika diserang oleh ISIS di masa lalu, hal itu tidak didapatkannya ketika panglima perang Khalifa Haftar dan milisinya menyerang Tripoli pada April 2019.

“Kami meminta mitra kami untuk mendukung pemerintah Libya yang sah. Turki menanggapi dengan baik. Hanya Turki yang berada di samping kami di arena internasional yang kami dapati mendukung pemerintah yang sah. Kami bersyukur telah berdiri bersama kami,” kata Maiteeq, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (2/12).


Libya telah dilanda perang saudara sejak penggulingan almarhum penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.

Pemerintahan Libya saat ini berbasis di ibu kota Tripoli di bawah pimpinan Perdana Menteri Fayez al-Sarraj. Pemerintah Kesepakatan Nasional didirikan pada tahun 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer yang dilkukan oleh pasukan Haftar.

PBB mengakui pemerintah al-Sarraj sebagai otoritas sah negara, yang juga mendapat dukungan dari Turki. Tripoli telah memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya