Berita

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam/Net

Dunia

Anggota Parlemen Dari 18 Negara Desak Carrie Lam Bawa Pulang 12 Terdakwa Hong Kong Di China

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 11:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam didesak untuk mengintervensi peradilan terhadap 12 orang terkait protes anti-pemerintah.

Desakan itu disampaikan oleh lebih dari 150 anggota parlemen dari 18 negara dalam sepucuk surat pada Selasa malam (1/12).

Legislator itu mengatakan, 12 orang terdakwa, termasuk remaja berusia 16 tahun, ditahan oleh China ketika mencoba melarikan diri ke Taiwan menggunakan perahu pada 23 Agustus.


Sejak saat itu, mereka ditahan hampir tanpa komunikasi di penjara, seperti dikutip Reuters.

Pekan lalu, pihak berwenang China menyebut, mereka menghadapi dakwaan terkait penyeberangan perbatasan ilegal dan mengatur penyeberan perbatasan ilegal dengan ancaman penjara tujuh tahun.

"Dengan peran sebagai Kepala Eksekutif, Anda berkewajiban untuk menengahi nama orang-orang muda ini untuk memastikan mereka dijamin mendapatkan keadilan," kata anggota parlemen.

"Gagal melakukannya berarti Anda melepaskan tanggung jawab besar untuk melayani rakyat Hong Kong dan memastikan kesejahteraan serta keselamatan mereka," lanjut anggota parlemen.

Anggota parlemen juga mendesak agar 12 orang itu dikembalikan ke Hong Kong dan diberi akses untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka.

Lam sendiri sebelumnya mengatakan 12 orang itu harus menghadapi peradilan di China dan pihaknya akan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya