Berita

Warga Jepang menikmati bunga sakura sembari memakai masker/Net

Dunia

Gelombang Baru Covid-19 Muncul Lebih Dahsyat, Jepang Siapkan Skenario Terburuk

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 10:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang merupakan satu di antara sedikit negara yang tidak mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan pada awal wabah.

Tetapi pemerintah Jepang tampaknya harus bersiap-siap karena gelombang baru infeksi Covid-19 di sana memiliki tanda-tanda yang serius.

Dimuat Bloomberg pada Rabu (2/12), pihak berwenang di Jepang saat ini sedang mempersiapkan skenario terburuk karena infeksi Covid-19 sudah melewati puncak rekor musim panas lalu.


"Kami merasakan urgensi atas fakta bahwa jumlah kasus serius telah meningkat menjadi hampir 500," kata Menteri Kesehatan Norihisa Tamura.

Tamura menuturkan, saat ini pihaknya tengah berusaha keras untuk memastikan ketersediaan tempat tidur dan tenaga medis.

Pemerintah juga telah memfokuskan penanganan wabah di empat wilayah, yaitu Sapporo, Aichi, Osaka, dan Tokyo.

Pasalnya empat wilayah itu mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang paling tinggi, dengan hampir habisnya ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

Hampir 50 persen kapasitas tempat tidur di rumah sakit Tokyo sudah diisi oleh pasien Covid-19, dan pemerintah berupaya untuk menambah 50 tempat tidur untuk kasus serius.

Peningkatan kasus serius Covid-19 di Jepang sendiri diakibatkan oleh banyaknya jumlah lansia yang terinfeksi.

Untuk menghentikan penyebaran virus, pihak berwenang telah menyerukan periode tiga pekan melawan Covid-19. Di mana restoran hingga bar ditutup lebih awal dan pembatasan sosial diperketat.

"Tiga pekan ke depan adalah periode yang sangat penting. Bersama-sama, kita harus mengatasi peningkatan kasus ini," tandas Perdana Menteri Yoshihide Suga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya