Berita

PBB sahkan resolusi yang diinisiasi oleh Indonesia/Kemlu

Dunia

Sidang Majelis Umum PBB, Indonesia Loloskan Resolusi Perlindungan Pelaut Saat Pandemi

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 08:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pelaut menjadi salah satu pekerjaan yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19 dan kesejahteraannya kerap dikesampingkan.

Untuk itu, Indonesia menggagas sebuah resolusi untuk melindungi pelaut di tengah pandemi yang telah disponsori oleh 71 negara anggota.

Hasilnya, dalam sidang Majelis Umum PBB pada Selasa (1/12), resolusi tersebut disahkan secara konsensus, menjadi resolusi pertama terkait pelaut dan pengelolaan arus barang secara global.


"Resolusi ini merupakan bukti nyata kiprah Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar dalam mendorong kerja sama untuk melindungi pelaut, terutama dari dampak pandemi Covid-19," terang Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Rabu (2/12).

Di dalam resolusi tersebut, negara-negara diminta untuk menetapkan pelaut dengan pekerja sektor penting sehingga ketentuan keselamatannya diperhatikan, termasuk kesehatan hingga memfasilitasi perjalanan atau repatriasi.

Resolusi tersebut juga digagas untuk mendorong peningkatan perdagangan global dan kelancaran transportasi laut.

Pasalnya, sektor perkapalan mengangkut 80 persen produk perdagangan dunia dan memainkan penting dalam menghadapi tantangan Covid-19, khususnya dalam mengangkut obat-obatan, alat kesehatan, makanan, serta kebutuhan pokok lainnya.

“Dukungan berbagai negara atas inisiatif Indonesia ini tidak terlepas dari peran aktif diplomasi multilateral Indonesia di bidang kelautan dan pengelolaan arus barang global, termasuk dalam mendorong kerja sama di tengah situasi Covid-19," pungkas Wakil Tetap RI di PBB, Dubes Dian Triansyah Djani.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya