Berita

Polisi Rusia/Net

Dunia

Rusia Tangkap Pelaku Pembunuh Berantai

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tim investigasi Rusia mengaku telah berhasil menangkap seorang tersangka yang bertanggung jawab atas lebih dari 25 pembunuhan yang dikaitkan dengan pelaku yang selama bertahun-tahun hanya dikenal sebagai ‘maniak Volga’.

Komite Investigasi Rusia mengatakan bahwa tersangka itu adalah seorang pria berusia 38 tahun bernama Radik Tagirov. Dia disebut telah menjadi pelaku serangkaian pembunuhan 26 wanita tua yang telah meneror Rusia tengah antara tahun 2011 dan 2012.

“Dia telah diidentifikasi menggunakan bukti DNA, cetakan sepatu, dan bukti lain dari TKP,” kata penyelidik, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (1/12).


Untuk melancarkan aksinya, Tagirov biasanya menyamar sebagai tukang listrik, tukang ledeng, atau pekerja utilitas. Wanita yang jadi sasarannya kebanyakan yang tinggal sendirian.

Begitu masuk, dia akan mengalahkan para wanita dan mencekik korbannya menggunakan tangannya atau benda di dekatnya, termasuk celemek dan tali jemuran. Sebagian besar korbannya berusia lebih dari 70 tahun.

Dia sering merampok korbannya, tetapi dalam beberapa kasus dia membiarkan barang berharga tidak tersentuh. Dia mengenakan sarung tangan dan selalu mensterilkan tempat kejadian perkara sebelum pergi untuk menghilangkan jejak.

Pembunuhan, yang sebagian besar terjadi antara 2011 dan 2012, tercatat di sejumlah kota Rusia termasuk Kazan, Samara, Tolyatti, Izhevsk, Ufa, dan lainnya. Pembunuhan lain diduga terjadi di Ural, meskipun jumlah pasti korbannya tidak pernah ditentukan.

Pembunuh berantai itu tampaknya berhenti setelah 2013, tetapi pembunuhan besar-besaran di wilayah itu pada tahun 2017 memperbaharui ketakutan di antara publik.

Polisi pada 2019 menawarkan hadiah sebesar 30 ribu euro untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya