Berita

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar

Kesehatan

Libur Panjang Dituding Jadi Penyebab Kota Bandung Kembali Zona Merah Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 14:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lonjakan kunjungan dan aktivitas selama libur panjang akhir Oktober lalu ditengarai menjadi penyebab Kota Bandung kembali masuk zona merah Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, libur panjang beberapa waktu lalu menyumbangkan kenaikan angka positif Covid-19 di Kota Bandung. Aktivitas yang tinggi pada libur tersebut menyebabkan lonjakan penyebaran Covid-19.‎

"Kan kemarin itu ada libur panjang, saya yakin libur panjang itu berpengaruh dan itu tidak terasa hari itu. Sekarang imbasnya 14 hari kemudian," kata Ema di Balaikota Bandung, Selasa (1/12).


Ema mengungkapkan, Pilkada yang akan berlangsung di daerah lain juga dinilai memberikan dampak pada percepatan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung. Pasalnya, dengan adanya kegiatan tersebut, mobilitas masyarakat akan mengalami peningkatan drastis yang berimbas pada potensi peningkatan penyebaran Covid-19.‎

"Dampak apa yang dilakukan di kabupaten sebelah juga yang sedang Pilkada bisa terjadi. Karena dinamika masyarakat, lalu lalang masyarakat yang dari sini ke sana juga menimbulkan dampak percepatan penularan yang saat ini terjadi," jelasnya dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Di sisi lain, pihaknya mengaku belum memastikan langkah-langkah yang akan diambil Pemkot Bandung perihal libur panjang akhir tahun. Sebab, Pemkot Bandung tidak bisa memberikan larangan kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Bandung.

Meski begitu, kata dia, Pemkot Bandung akan terus melakukan peningkatan pengawasan setiap sektor usaha yang telah direlaksasi.‎

"Kan kita tidak bisa melarang orang liburan, yang bisa kita lakukan misalnya pengelola hotel lakukan penerapan prokes dengan maksimal, bahkan kita mengimbau untuk mengambil peluang hanya 50 atau 30 persen. Kalau kita lepaskan, apalah arti zona ini?" pungkasnya.‎

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya