Berita

Presiden AS Donald Trump ketika mengunjungi proyek pembangunan Tembok Meksiko/Net

Dunia

Jelang Pelantikan Biden, Trump Tancap Gas Pembuatan Tembok Meksiko

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 12:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan Presiden Donald Trump tengah mengebut untuk menyelesaikan proyek pembangunan tembok Meksiko, sebelum Amerika Serikat (AS) memiliki pemimpin baru.

New York Times (NYT) pada Senin (30/11) melaporkan, pembangunan tembok Meksiko telah meningkat pesat sejak November, beberapa bulan menjelang pelantikan presiden AS pada 2021.

Seorang peternak bernama Bill McDonald mengatakan, wilayah Pegunungan Peloncillo yang terpencil juga telah diledakkan untuk membangun tembok sepanjang 400 mil tersebut.


"Koridor satwa liat, arkeologi dan sejarah, semuanya diledakkan," kata McDonald yang seorang mantan pendukung Republik itu.

Selain itu, Ngarai Guadalupe yang menjadi rumah bagi spesies burung langka juga ikut terkena imbas karena kapal kerap membawa bahan peledak ke sisi tebing setiap harinya.

Sejarawan bernama Diana Hadley menjadi salah satu pihak yang mengkritisi langkah itu lantaran ngarai tersebut sangat terpencil dan jarang digunakan sebagai penyeberangan migran.

"Ini bukan hanya memilukan, tetapi sama sekali tidak ada gunanya," ucap dia.

Tembok Meksiko merupakan megaproyek pemerintahan Trump yang dimulainya sejak menang dalam pemilu 2016. Tembok itu digunakan untuk menghentikan arus migrasi ilegal yang menjadi prioritas utama pemerintahan Trump.

Dimuat NYT, pemerintahan Biden kemungkinan berupaya untuk membongkar tembok itu meski belum ada pernyataan terkait hal tersebut.

Proyek Tembok Meksiko sendiri telah merogoh kocek yang dalam, di mana sudah menelan biaya 420 juta dolar AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya