Berita

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern/Net

Dunia

Selandia Baru Ikut Bersuara Soal Foto Tentara Australia Bunuh Anak Afganistan, Sampaikan Keprihatinan Pada China

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 10:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selandia Baru ikut berkomentar atas penggunaan foto yang menggambarkan seorang tentara Australia tengah membunuh seorang anak Afganistan.

Berbicara di parlemen pada Selasa (1/12), Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pihaknya telah menyatakan keprihatinannya langsung kepada China.

"Selandia Baru telah menyatakan langsung ke otoritas China (terkait) kekhawatiran kami atas penggunaan foto itu," kata Ardern, seperti dikutip Reuters.


"Itu adalah unggahan yang tidak benar, dan tentu saja itu akan menjadi perhatian kami. Jadi itu adalah sesuatu yang kami kemukakan secara langsung," tambah dia.

Beberapa waktu lalu, foto yang dimaksud oleh Ardern telah diunggah oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.

Dalam keterangannya, Zhao mengaku terkejut dengan laporan yang membuktikan pasukan khusus Australia telah membunuh warga sipil Afganistan secara ilegal.

Unggahan itu muncul di tengah perselisihan antara Beijing dan Canberra yang kian memanas. Sehingga Australia pun telah menuntut permintaan maaf China dan menghapus foro tersebut.

Di sisi lain, Selandia Baru selama ini telah berupaya untuk menghindari ketegangan dengan China, sebagai mitra dagang terbesarnya.

Walau begitu, Selandia Baru memiliki kedekatan dengan Australia, menjadi bagian dari Five Eyes, dan mendukung partisipasi Taiwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya