Berita

Petugas memindahkan jenazah-jenazah yang ditrmukan dari wilayah konflik/Net

Dunia

Nagorno-Karabakh: Kembali Ditemukan 600 Jenazah Korban Perang, Semua Dipindahkan Dari Bekas Wilayah Konflik

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pertukaran jenazah para pejuang dan penduduk sipil yang tewas dalam perang di Nagorno-Karabakh masih terus berlangsung. Pada Senin (30/11), ada lebih dari 600 jenazah yang telah diangkut dari zona konflik.

Pemimpin Artsakh, Arayik Harutyunyan, menginformasikan hal itu dalam postingan media sosialnya. Ia mengatakan sedang dalam pertemuan bersama orang-orang yang kehilangan sanak keluarganya selama perang berlangsung.

"Rekan-rekan yang terkasih, hari ini saya mengadakan pertemuan lagi dengan sekelompok kerabat prajurit yang hilang dalam aksi dan tahanan perang. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rustam Muradov, Komandan Kontingen Penjaga Perdamaian Rusia, dan Karen Sargsyan, Direktur Layanan Darurat Negara Republik Artsakh," tulis Harutyunyan pada Senin (30/11) seperti dikutip dari Radio of Armenia.


Para petugas telah bekerja dengan sangat tekun selama pencarian. Harutyunyan menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang membantu. Berkat kerjasama yang erat antara semua pihak jenazah-jenazah itu dapat dipindahkan, dikembalikan kepada keluarga masing-masing

“Kerjasama yang erat antara Layanan Darurat Negara Republik Artsakh, Komite Internasional Palang Merah, dan penjaga perdamaian Rusia, maka lebih dari 600 mayat telah telah dipindahkan dari zona konflik," kata Harutyunyan.

Semua upaya dilakukan sepanjang hari untuk mengetahui nasib semua rekan senegaranya yang hilang. Ia berharap semua bisa selesai secepat mungkin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya