Berita

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan dan Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Satu Jam Telepon, Pashinyan Dan Putin Bahas Pertukaran Tahanan Dan Jenazah Di Nagorno-Karabakh

JUMAT, 27 NOVEMBER 2020 | 12:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan mengaku rutin mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk membahas situasi di Nagorno-Karabakh.

Bahkan pada Jumat (27/11) saja, keduanya sudah melakukan dua panggilan telepon selama satu jam.

"Dua kali dalam satu jam, saya telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin," ungkap Pashinyan dalam akun Facebook-nya, seperti dikutip Sputnik.


"Kami telah membahas masalah terkait dengan pemukiman di koridor Lachin, pertukaran tahanan dan jenazah mereka yang terbunuh, pengerahan pasukan penjaga perdamaian, serta pemblokiran transportasi, komunikasi di wilayah tersebut," lanjut dia.

Pada awal bulan ini Armenia dan Azerbaijan telah menyetujui perjanjian gencatan senjata di Nagorno-Karabakh untuk mengakhiri perang selama enam pekan.

Dalam perjanjian tersebut, Rusia juga menempatkan 1.960 pasukan penjaga perdamaiannya untuk mengawasi gencatan senjata.

Selain dengan Pashinyan, Putin juga kerap membahas situasi di Nagorno-Karabakh dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya