Berita

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin/Net

Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19

KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 | 17:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Malaysia telah masuk daftar salah satu negara yang mendapatkan prioritas untuk menerima vaksin Covid-19 dari China.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Kamis (26/11) mengatakan, informasi tersebut ia dapatkan dari Dutanbesar China untuk Malaysia, Bai Tian saat ia berkunjung untuk melakukan perpisahan ke gedung parlemen pada Rabu (25/11).

"Yang Mulia Bai Tian juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Malaysia yang telah memberikan dukungan berkelanjutan dalam berbagai aspek kepada negara ini, terutama ketika pandemi Covid-19 melanda Wuhan pada awal tahun ini," kata Muhyiddin, seperti dikutip CNA.


"Beliau menganggap Malaysia sebagai negara sahabat yang sangat dekat, yang selalu siap mengulurkan tangan untuk membantu saat China membutuhkannya," lanjut dia.

Dalam pernyataannya, Muhyiddin juga menyebut China adalah mitra dagang terbesar Malaysia selama 11 tahun berturut-turut. Nilai total perdagangan kedua negara pada tahun lalu saja mencapai 77,3 miliar dolar AS.

Investasi China di Malaysia pada 2019 juga diketahui mencapai 18,25 miliar ringgit.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya