Berita

Pengamat politik, Rocky Gerung (kanan)/RMOL Sumut

Nusantara

Rocky Gerung Ajak Masyarakat Kota Medan Cegah Oligarki Dan Dinasti

KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 | 10:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masyarakat Kota Medan terutama kaum milenial diminta harus berpikir kritis terhadap nasib bangsa, dan ikut serta dalam perjuangan politik untuk mencegah tumbuhnya oligarki dan dinasti kekuasaan.

Demikian disampaikan pengamat politik, Rocky Gerung dalam acara "Ngopi Santuy Bersama Rocky Gerung" yang digelar Komunitas Peci Biru, di Rooster Koffie Jalan Laksana, Medan Sunggal, Rabu malam (25/11). Ratusan anak muda antusias mengikuti acara tersebut.

"Saya ada di Medan untuk menghalangi oligarki, menghalangi tumbuhnya nepotisme, menghalangi tumbuhnya dinasti, karena kekuasaan harus terbuka tidak boleh kekuasaan diintervensi terus oleh Istana," kata Rocky seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Sumut.


Dia mengatakan, Kota Medan begitu juga dengan Kota Solo saat ini menjadi "ibukota politik", karena khususnya Pilkada Medan menjadi pertaruhan politik nasional.

"Keadilan harus tumbuh lebih cepat dari korupsi, itu sebetulnya kenapa kita ingin agar Medan menghasilkan 5.0 peka dengan keadilan. Setiap hari di Jakarta yang ada berita tentang penangkapan koruptor, tadi pagi tengok menterinya dari Gerindra ditangkap oleh KPK, padahal dulu kita berharap Gerindra mempromosikan keadilan sekarang jadi persoalan di situ," ujarnya.

Oleh karenanya, Rocky yang dikenal sebagai 'Presiden Akal Sehat' ini mengatakan politik bersih kini hanya dapat dipercayakan oleh kalangan milenial yang berpikir kritis.

"Jadi politik hanya bisa bersih kalau dipercayakan pada gagasan generasi muda, kekuasaan menganggap kalau pemuda berpikir kritis itu artinya gangguan terhadap kekuasaan," kata Rocky.

"Akibatnya apa semua WA grup yang kritis diawasi oleh kekuasaan bahkan rektor jadi perpanjangan tangan Istana untuk mengawasi diskusi mahasiswa," sambungnya menambahkan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya