Berita

Tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19/Net

Kesehatan

Setelah Muncul Klaster Baru, Kini Giliran 25 Nakes Purbalingga Dinyatakan Positif Covid-19

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 03:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus Covid-19 di Purbalingga kian mengkhawatirkan. Setelah muncul klaster baru, virus corona juga menjangkit puluhan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goeteng Tarunadibrata Purbalingga, Jawa Tengah.

Setidaknya, sebanyak 25 nakes terkonfirmasi Covid-19. Dari jumlah itu, 12 nakes sembuh dan sisanya masih dalam perawatan. Sebagian besar nakes yang positif rata-rata berstatus OTG (orang tanpa gejala).

Hal itu terungkap pada Rapat Sekretariat Tim Satgas Covid-19 Purbalingga, yang dipimpin Pjs Bupati Sarwa Pramana di Pringgitan Pendopo Dipokusumo Pemkab Purbalingga, Selasa (24/11).


Plt Direktur RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga, dr Sulistya Rini Candra Dewi mengungkapkan, 25 nakes positif Covid terdiri dari 3 tenaga dokter, 16 perawat, dan sisanya dari ahli gizi, tenaga cleaning service, dan sopir.

"Berdasar hasil tracing, penularan tenaga kesehatan ini justru berasal dari luar, bukan tertular dari rumah sakit. Karena kebetulan ada sejumlah perawat yang tertular oleh suaminya yang bekerja di lain tempat," kata Rini diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Rini mengungkapkan, pihak RSUD sangat ketat menerapkan protokol kesehatan bagi tenaga medisnya. Untuk tenaga medis yang menangani langsung pasien Covid-19 menggunakan alat pelindung diri level 3.

Sedang yang tidak bersinggungan langsung seperti di poliklinik menggunakan APD level 2. "Kami menerapkan ketat protokol kesehatan bagi tenaga medis RSUD," sambung Rini.

Sementara itu, Pjs Bupati Sarwa Pramana mengatakan, lonjakan kasus covid yang tinggi membuat daya tampung rumah sakit terbatas. Oleh karenanya, pengetatan protokol kesehatan di semua lini, baik perkantoran, pasar, tempat wisata, pertokoan, dan fasilitas umum lainnya wajib dilakukan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya