Berita

Ilustrasi kerumunan di acara keagamaan/Net

Kesehatan

NU Sarankan Materi Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 Disesuaikan Dengan Kearifan Lokal

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 15:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kegiatan-kegiatan berkerumun yang sempat terjadi dalam beberapa kegiatan keagamaan pada seminggu yang lalu, diharapkan Nahdlatul Ulama (PBNU), tidak terulang di kemudian hari.

Ketua Satuan Tugas NU Peduli Covid-19, Muhamad Makky Zamzami, menyampaikan hal tersebut dalam rapat virtual bersama Satgas Penanganan Covid-19, hari Minggu malam (22/11).

Dia mengatakan, pihaknya prihatin dengan masyarakat yang tidak displin menerapkan protokol kesehatan saat mengikuti acara keagamaan. Menurutnya, persoalan tersebut mesti diatasi stake holder terkait melalui pendekatan yang baru.


"Mencermati kondisi psikis masyarakat yang berada pada tingkat kelelahan akut menjalani kehidupan sulit di masa pandemi, diperlukan strategi pendekatan yang diperbarui," ujar Makky dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/11).

Lebih lanjut, Makky menyebutkan Satgas Penanganan Covid-19 dan segenap pemangku kepentingan terkait perlu melakukan langkah kebijakan antisipasi terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan serupa, mengingat musim libur akhir tahun 2020 akan jatuh pada bulan depan.

Dengan begitu, bentuk komunikasi dan cara-cara sosialisasi yang tidak monoton diperlukan mulai saat ini oleh masyarakat. Kemudian, pihak terkait juga sudah selayaknya mempersiapkan materi sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 yang mudah diikuti masyarakat.

"Bila perlu, disesuaikan dengan kearifan lokal. Pesan-pesan protokol kesehatan, lebih baik jika dibuat berbeda antara satu bulan dan bulan yang lain," kata Makky.

"Bentuk, cara, dan strateginya berbeda, tetapi tujuannya sama,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya