Berita

Umat ​​Kristen Palestina merayakan penyalaan pohon Natal di luar Gereja Kelahiran, yang secara tradisional diyakini oleh orang Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus di kota Betlehem, Tepi Barat/Net

Dunia

Perayaan Natal Di Palestina, Kemenkes Terapkan Pembatasan Ketat Karena Virus Corona

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 14:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Natal tahun ini akan dirayakan berbeda oleh sebagian masyarakat Betlehem, setelah Kementerian Kesehatan Palestina merekomendasikan batasan ketat karena wabah virus corona.

Perayaan di kota akitabiah yang dipuja oleh umat Nasrani sebagai tempat kelahiran Yesus biasanya dihadiri oleh ribuan orang dari seluruh dunia.

Tetapi tahun ini, kementerian telah merekomendasikan upacara pencahayaan pohon Natal yang akan datang di Manger Square dengan pembatasan hingga 50 orang, di mana nanti lampu pohon dan restoran-restoran harus ditutup pada pukul 9 malam sepanjang musim Natal.


Dalam rekomendasinya pada hari Sabtu (21/11), dikatakan bahwa layanan keagamaan pada Malam Natal juga harus memiliki kehadiran yang terbatas, seperti dikutip dari Arab News, Minggu (22/11).

Perekonomian Bethlehem, yang dipenuhi dengan hotel, toko suvenir, dan restoran, sangat bergantung pada musim Natal. Pembatalan atau pengurangan perayaan akan memberikan pukulan lain bagi ekonomi yang sudah terpukul keras oleh krisis virus corona tahun ini.

Pejabat Palestina diharapkan membuat keputusan akhir tentang perayaan Natal dalam beberapa hari mendatang. Bandara internasional Israel - titik masuk utama bagi pelancong asing - telah ditutup untuk turis selama berbulan-bulan, sebagai upaya membatasi jumlah calon peziarah dalam hal apa pun.

Tepi Barat berada di tengah lonjakan kasus virus corona, sementara Israel perlahan-lahan keluar dari penguncian yang diberlakukan pada bulan September untuk mengendalikan wabah yang terusmengamuk.

Kota Nazareth di Israel utara, yang dihormati oleh umat Kristiani sebagai tempat masa kanak-kanak Yesus, telah ditetapkan sebagai zona ‘terbatas’ oleh pihak berwenang, membatasi pergerakan masuk dan keluar dari daerah tersebut setidaknya untuk beberapa hari ke depan.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya