Berita

Presiden Donald Trump/Net

Dunia

Donald Trump: Jika Bukan Karena Saya, Anda Tidak Akan Menemukan Vaksin Hingga Empat tahun Lagi

SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 12:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS Donald Trump kembali mengulang pernyataan yang sama soal klaim kecurangan pemilu. Dalam briefing hariannya pada Jumat (20/11) waktu setempat, Trump juga mengkritik pengumuman kemanjuran vaksin yang sengaja diperlambat sebagai upaya untuk membuatnya terjungkal dari lawannya Joe Biden.

Trump secara terang-terangan menyebut raksasa farmasi Pfizer menunda pengumuman hasil positif dari uji coba vaksin Covid-19 itu untuk merusak peluangnya.

“Big Pharm memasang iklan negatif jutaan dolar terhadap saya selama kampanye - yang saya menangkan. Tapi, Anda tahu, kami akan menyelidikinya,” kata Trump di Gedung Putih, seperti dikutip dari US News, Sabtu (21/11).


“'Farmasi Besar' melawan kami. Kami juga memiliki media yang menentang kami. Kami memiliki teknologi besar yang melawan kami. Kami memiliki banyak ketidakjujuran terhadap kami,” lanjut Trump.

Trump menyebut, jika bukan karena dirinya, Tidak akan pernah ada vaksin yang ditemukan di AS.

“Pfizer dan yang lainnya jauh lebih maju dalam hal vaksin. Anda tidak akan mendapatkan vaksin selama empat tahun lagi jika bukan karena saya, karena FDA tidak akan pernah dapat melakukan apa yang mereka lakukan - apa yang saya paksa mereka lakukan,” ungkapnya.

Dalam pidatonya Trump juga menuding perusahaan yang telah mengumumkan tingkat kemanjuran tinggi untuk kandidat vaksin virus corona telah memainkan ‘permainan korup’.

"Permainan korup ini tidak akan menghalangi kita melakukan apa yang benar untuk rakyat Amerika," kata presiden.

Ini adalah pertama kalinya Trump berbicara kembali di depan umum dalam seminggu, dan seperti acara terakhirnya, dia kembali tidak menjawab satu pun pertanyaan wartawan.

Trump telah banyak dikritik karena telah mengabaikan pandemi virus corona yang memburuk dan malah sibuk membantah hasil pemilu. AS pada Kamis mencatat lebih dari 2.000 kematian akibat virus corona setiap hari untuk pertama kalinya sejak Mei.

Presiden juga telah menolak untuk mengizinkan transisi, menyebabkan penundaan yang baru-baru ini dikatakan oleh Presiden terpilih Joe Biden dapat menyebabkan lebih banyak kematian di Amerika karena virus corona. 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya