Berita

Menteri Luar Negeri China Wang Yi/Net

Dunia

Manfaatkan Pudarnya Pengaruh AS, Menlu China Wang Yi Siap Kunjungi Jepang Dan Korea Selatan

SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri China Wang Yi  akan melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan dalam beberapa hari ke depan. Kunjungannya itu untuk  membahas sejumlah kerjasama termasuk rincian pelaksanaan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang baru saja ditandatangani.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada hari Jumat (20/11) bahwa atas undangan menteri luar negeri Jepang dan Korea Selatan, Wang akan melakukan kunjungan ke kedua negara mulai 24 hingga 27 November.

Kunjungan Wang terjadi di tengah upaya tarik menarik antara Donald Trump dan Joe Biden yang hingga kini belum berakhir, yang menyebabkan pengaruh AS memudar terutama setelah dua sekutu pentingnya di Asia - Jepang dan Korea Selatan – bergabung dengan RCEP.


Media Jepang melaporkan bahwa kunjungan dua hari Wang ke Jepang akan dimulai pada hari Selasa (24/11) dan selain pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, Wang diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Wang akan menjadi pejabat tertinggi China yang melakukan pertemuan tatap muka langsung dengan Suga setelah dirinya memenangkan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP) dan menjadi perdana menteri pada pertengahan September lalu.

Sementara Presiden China Xi Jinping dikabarkan berencana mengunjungi Jepang pada musim semi 2020, tetapi kunjungan itu ditunda karena merebaknya virus corona.

Pembicaraan trilateral antara China, Korea Selatan, dan Jepang akan menjadi fokus selama perjalanan Wang, dan topik lainnya termasuk bagaimana menerapkan RCEP secara rinci dan mempromosikan Perjanjian Perdagangan Bebas China-Korea Selatan-Jepang, kata para ahli.

Da Zhigang direktur dan peneliti dari Institut Studi Asia Timur Laut di Akademi Ilmu Sosial Provinsi Heilongjiang mengatakan bahwa mempromosikan perjanjian trilateral akan membantu ketiga negara menghindari risiko eksternal, terutama ketidakpastian dan provokasi dari AS.

“China dan Korea Selatan juga dapat mendiskusikan masalah penting Asia Timur Laut lainnya, termasuk di Semenanjung Korea, karena AS dapat mengubah kebijakan sebelumnya setelah Biden menjabat,” katanya, seperti dikutip dari Global Time, Jumat (20/11).

Sejumlah ahli juga mengatakan bahwa meskipun ada perselisihan tentang masalah sejarah atau saat ini, ketiga negara sedang bekerja di jalur yang benar untuk menyelesaikan masalah tersebut, serta mempromosikan multilateralisme.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya