Berita

Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Net

Dunia

Tak Yakin Dengan Turki, Prancis Ingin Grup Minsk Awasi Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh

JUMAT, 20 NOVEMBER 2020 | 09:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Prancis meminta adanya pengawasan internasional terkait penerapan gencatan senjata di Nagorno-Karabakh, alih-alih hanya dilakukan oleh Rusia dan Turki.

Keinginan itu disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel macron setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan pada Kamis (19/11).

Macron mengaku ingin Grup Minsk dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) dapat terlibat aktif dalam pengawasan tersebut.


"Kami ingin Grup Minsk memainkan perannya dalam mendefinisikan pengawasan (gencatan senjata)," ungkap seorang pejabat kepresidenan Prancis, seperti dimuat Reuters.

Ia mengatakan, selain mengakhiri pertempuran, Macron ingin penduduk Nagorno-Karabakh yang kehilangan tempat tinggalnya dapat hidup dalam kondisi yang aman.

Meski begitu, keinginan Prancis untuk membawa pengawas lain tampaknya disebabkan oleh kehadiran Turki.

Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan Prancis dan Turki tidak dalam kondisi yang baik. Keduanya kerap bersitegang atas sejumlah isu.

"Kami memahami bahwa Rusia sedang berbicara dengan Turki mengenai formula yang mungkin, yang tidak kami inginkan," lanjut pejabat kepresidenan.

Selama ini, Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat (AS) ikut mengawasi pertempuran Nagorno-Karabakh dalam Grup Minsk. Tetapi Paris dan Washington tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Rusia.

Sejak gencatan senjata, Rusia telah mengadakan pembicaraan dengan Turki, sekutu utama Azerbaijan dan pengkritik keras Grup Minsk.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya