Berita

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan dan Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin Tak Ingin Armenia Mundur Dari Gencatan Senjata, Bisa Picu Masalah Besar

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Vladimir Putin memberikan peringatan kepada Armenia untuk tetap teguh pada kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Rusia.

Berbicara dalam wawancara di televisi pemerintah, Putin mengatakan, mundur dari kesepakatan gencatan senjata dengan Azerbaijan akan menjadi "bunuh diri" bagi Armenia.

"Itu akan menjadi masalah besar," ucap Putin, seperti dikutip The Guardian, Kamis (19/11).


"Sebuah negara yang sedang berperang atau dalam bahaya (kemudian) melanjutkan permusuhan, selalu terjadi di tahun-tahun sebelumnya. (Mereka) masih belum mampu untuk berperilaku sedemikian rupa. Saya pikir ini sama sekali tidak dapat diterima, kontraproduktif, dan sangat berbahaya," sambungnya.

Peringatan Putin sendiri muncul ketika oposisi Armenia melakukan protes atas kesepakatan gencatan senjata. Mereka pun menuntut muncul Perdana Menteri Nikol Pashinyan yang menyepakati gencatan senjata tersebut.

Pashinyan sendiri telah menyatakan keenggannya untuk mundur. Tetapi dia menawarkan 15 poin untuk memastikan stabilitas demokrasi Armenia.

Dalam kesepakatan gencatan senjata, Azerbaijan mendapatkan kontrol atas sejumlah wilayah di Nagorno-Karabakh yang diprotes keras oleh banyak warga Armenia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya