Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Turki Siap Amankan 25 Juta Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer Pada 2021

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 14:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas kesehatan Turki saat ini dilaporkan sedang melobi pihak Pfizer untuk mendapatkan jatah satu juta vaksin virus corona pada akhir tahun, dan 25 juta lagi pada 2021.

“Ada kemungkinan pemberian sejuta dosis di bulan Desember. Tapi kami sedang dalam pembicaraan untuk mendapatkan 25 juta dosis pada 2021,” kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Daily Sabah, Rabu (18/11).

Di hari yang sama, Ketua parlemen Turki Mustafa Sentop mengatakan bahwa dia telah berbicara dan memberi selamat kepada pasangan Turki-Jerman Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, orang dibalik penemuan vaksin Pfizer.


“Kesuksesan mereka adalah sumber kebanggaan bagi kita semua. Saya berharap mereka sukses,” Cuit Sentop di akun Twitternya.

Dalam laporan terbarunya, vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech itu tampaknya melindungi 94 persen orang dewasa berusia di atas 65 tahun, seperti dikutip dari BBC.

Merujuk data yang dirilis dari uji coba fase tiga lanjutan tersebut, menunjukkan bahwa vaksin itu bekerja dengan baik pada orang-orang dari segala usia dan etnis.

Uji coba tersebut melibatkan 41 ribu orang di seluruh dunia. Setengah diberi vaksin, dan setengah lagi diberi plasebo.

Minggu lalu, Pfizer dan BioNTech menerbitkan data awal yang menunjukkan vaksin tersebut efektif 90 persen terhadap Covid-19 dan mengatakan tidak ada masalah keamanan.

Ini diikuti oleh data tentang vaksin yang dibuat oleh perusahaan AS Moderna yang menunjukkan perlindungan hampir 95 persen, dan hasil yang sama juga diumumkan oleh vaksin buatan Rusia, Sputnik V.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya