Berita

Masyarakat Siprus lakukan tes cepat virus/Net

Dunia

Tahan Penyebaran Virus Corona, Siprus Lakukan Program Tes Cepat Covid-19 Selama 10 Hari

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 07:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Siprus berharap masyakarat bisa segera melakukan tes cepat untuk virus corona. Dengan dua pusat pengujian virus corona yang telah dibuka di ibu kota Nicosia, pemerintah berharap masyarakat bisa lebih cepat terlayani sehingga angka kasus bisa lebih ceat diketahui.

Imbauan untuk melakukan uji cepat virus juga digaungkan oleh Menteri Kesehatan Constantinos Ioannou.  Siprus kini memiliki Rapid Tes Antigen. Menurutnya, melalui program tes cepat lewat Rapid Tes Antigen ini bisa membantu memperoleh gambaran epidemiologi yang lebih baik.

Rapid Tes Antigen saat ini tersedia di semua distrik. Program tes cepat itu sendiri akan berlangsung 10 hari dimulai pada hari Senin (23/11). Sekitar tujuh ribu tes diberikan selama dua hari pertama program.


Rapid Test Antigen untuk virus Corona dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab.

“Program ini sangat penting, dan kami mendorong orang-orang, untuk melakukan tes, sehingga kami memiliki indikasi yang lebih baik tentang pandangan epidemiologi,” kata Ioannou, seperti dikutip dari Cyprus Mail, Rabu (17/11)

Program itu sangat penting untuk menemukan lebih banyak kasus positif dengan cepat sebagai bagian dari upaya untuk menahan penyebarannya.

Siprus memiliki total 96 kasus positif virus corona yang terdeteksi melalui program tes cepat selama dua hari pertama program. Kasus-kasus ini sekarang akan dikonfirmasi melalui tes PCR.  

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya