Berita

Presiden RAEOA Arsenio Paixao Bano/Net

Dunia

Ajukan Pertanyaan Kelanjutan Kapal Feri Haksolok, Wartawan Diusir Staf Protokoler Kepresidenan RAEOA

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Staf kepresidenan Otoritas Wilayah Administratif Khusus Oecussi Ambeno (RAEOA) mengusir para jurnalis saat jumpa pers di Bandara Internasional Rota do Sandalo.

Menurut laporan yang dimuat media lokal The Oe-Kusi Post (TOP), insiden ini terjadi ketika wartawan mengajukan pertanyaan tentang kasus pembuatan kapal fery Haksolok yang dimulai enam tahun lalu oleh mantan Presiden Otoritas Wilayah Administratif Khusus Oe-Kusi Ambeno (RAEOA) Mari Alkatiri.

Saat wartawan bertanya kepada Presiden RAEOA Arsenio Paixao Bano, untuk menjelaskan lebih detail tentang masalah tersebut, staf protokol langsung meminta para jurnalis untuk tidak bertanya tentang kapal feri Haksolok di area bandara.


Mari Alkatiri diketahui telah membayar 13 juta Euro kepada Perusahaan Pembuat Kapal Atlantic Eagle untuk membangun kapal feri Haksolok enam tahun lalu di Portugal, tetapi hingga sekarang kapl itu belum juga datang ke Timor-Leste, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa perusahaan ini telah bangkrut.

Akibat dugaan pailit, Pemda Oe-Kusi Ambeno kini meminta tambahan 14 juta dolar AS untuk bisa menyelesaikan penyeberangan Haksolok yang tengah menjadi polemik itu.

Kasus kapal feri Haksolok merupakan salah satu kasus yang paling menjadi polemik di Timor-Leste, dan saat ini masih diselidiki kejaksaan.

Setelah kejadian ini, Leonia Monteiro selaku Deputi Presiden RAEOA meminta maaf kepada wartawan dan berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada staf protokolernya yang tidak etis.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya