Berita

Tepi Barat/Net

Dunia

Palestina: Israel Gencar Dirikan Pos-pos Pemukiman Ilegal Dalam Tiga Bulan Terakhir

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 18:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel dilaporkan berusaha untuk membangun lebih dari 15 pos pemukiman di Tepi Barat secara terpisah selama tiga bulan terakhir.

Hal itu diungkap oleh kepala Colonization and Wall Resistance Commission, Walid Assaf kepada Anadolu Agency pada Rabu (18/11).

"Lebih dari 15 pos terdepan telah didirikan dalam tiga bulan terakhir, beberapa di antaranya telah dipindahkan," kata Assaf.


Menurut Assaf, warga Palestina berupaya untuk menggagalkan pembangunan pos tersebut karena diduga dapat menjadi pemukiman ilegal Israel.

Misalnya pada Selasa (17/11), ketika para pemukim menyerbu dua lokasi di Tepi Barat. Satu lokasi merupakan kamp tentara di desa Sanur yang berubah menjadi pemukiman, sementara lainnya terletak di dekat Betlehem.

Adapun pos pertama atau Tarsala saat ini masih digunakan oleh tentara pendudukan Israel sejak 2005.

Pos kedua terletak di kota Battir, sebelah barat Betlehem. Pekan lalu, para pemukim mulai mendirikan tenda.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebelumnya sempat mengumumkan akan membangun pemukiman di wilayah Tepi Barat yang rencananya dimulai pada Juli 2020. Namun rencana itu gagal karena ada penolakan dari komunitas internasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya