Berita

Muslim Uighur/Net

Dunia

Soroti HAM Di Xinjiang, Jepang: Kebebasan Harus Dijamin Di China

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 14:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang menyoroti kondisi hak asasi manusia terhadap minoritas di Xinjiang, China.

Kepala Sekretaris Kabinet, Katsunobu Kato pada Rabu (18/11) mengatakan, Jepang menegaskan pentingnya penghormatan hak asasi manusia dan supremasi hukum oleh siapapun, termasuk China.

"Jepang percaya akan pentingnya kebebasan, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum yang universal dalam komunitas internasional, dijamin di China," ujar Kato, seperti dikutip Reuters.


Isu hak asasi manusia di Xinjiang terhadap minoritas Muslim Uighur sendiri sudah lama disoroti oleh komunitas internasional.

Sebuah laporan PBB memperkirakan, terdapat lebih dari satu juta Muslim ditahan di Xinjiang yang disebut oleh para aktivis sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, bahkan genosida.

Pemerintah China telah membantah adanya pelanggaran hak terhadap komunitas Muslim di Xinjiang dan menyebut kamp-kamp yang didirikan di sana bertujuan untuk memberikan pelatihan kejuruan serta membantu memerangi ekstremisme.

Amerika Serikat (AS) yang cukup vokal terhadap kondisi hak asasi manusia di Xinjiang telah memberlakukan sejumlah sanksi ekonomi terhadap pejabat dan beberapa perusahaan China.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya