Berita

Ilustrasi vaksin Covid-19/Net

Kesehatan

Jokowi Pastikan Vaksin Covid-19 Yang Dibeli Negara Sudah Terdaftar Di WHO

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 12:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 yang akan dibeli dari sejumlah perusahaan luar negeri sudah terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Presiden Joko Widodo menjelaskan, pembelian vaksin yang sudah terdaftar di WHO dimaksudkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

"Kita akan membeli vaksin itu dari perusahaan merk yang ada di dalam daftar/listnya WHO," ujar Jokowi dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, usai mengikuti acara 'Simulasi Vaksinasi Covid-19' di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Rabu (18/11).


Dalam kesempatan tersebut, mantan Wali Kota Solo ini tidak menyebutkan dan memastikan merk atau perusahaan apa yang akan mengirimkan vaksin Covid-19 ke Indonesia.

"Saya tidak berbicara merknya apa. Asal ada di dalam list-nya (daftar) WHO itu yang kita beli," tegasnya.

Yang paling terpenting dalam pembelian vaksin Covid-19, ditambahkan Jokowi, adalah mengenai aspek kegunaan dan kemanfaatannya bagi masyarakat Indonesia. Yaitu, bisa berhasil membuat kekebalan tubuh buatan yang baik.

"Kemudian kedua, kemanfaatan dari vaksin itu harus maksimal," demikian Joko Widodo.

Adapun sejumlah kandidat vaksin yang akan dipakai Indonesia untuk membuat kekebalan tubuh buatan terhadap masyarakat berasal dari tiga perusahan. Yaitu Cansino, G42 atau Sinopharm dan Sinovac.

Untuk jumlah vaksin yang dibutuhkan dan dipersiapkan pemerintah untuk fase pertama penyuntikan adalah sebanyak 50 juta dosis vaksin Covid-19.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya