Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Kalah Pilpres AS, Donald Trump Sempat Ingin Bombardir Situs Nuklir Iran

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 11:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah gagal mendapatkan masa jabatannya yang kedua, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump semakin berani mengambil berbagai langkah untuk melawan musuh.

Trump bahkan dikabarkan sempat meminta skenario penyerangan situs nuklir Iran yang akhirnya tidak ia lakukan.

Hal itu diungkap oleh seorang pejabat AS pada Senin (16/11), seperti dimuat The New York Times.


Dalam pertemuan di Oval Office pada Kamis (12/11), Trump meminta opsi penyerangan situs nuklir Iran kepada tim keamanan nasionalnya, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Lular Negeri Mike Pompeo, Menteri Pertahanan Christopher Miller, dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley.

Meski begitu, para penasihat Trump membujuknya untuk tidak melanjutkan skenario tersebut karena risiko konflik yang berbahaya.

"Beliau meminta pilihan, mereka memberinya skenario, dan dia akhirnya memutuskan untuk tidak maju," kata pejabat itu.

Sejak menjabat sebagai presiden, Trump telah menerapkan kebijakan tekanan maksimum pada Iran. Ia mengeluarkan AS dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018, dan menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Teheran.

Pada awal tahun ini, Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak yang menewaskan jenderal kawakan Iran, Qassem Soleimani di Bandara Baghdad yang memicu ketegangan dunia.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya