Berita

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan /Net

Dunia

PM Armenia: Tidak Ada Agenda Saya Mengundurkan Diri Saat Ini

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa dialah orang yang harus memikul tanggung jawab atas situasi di Nagorno-Karabakh. Selama konferensi pers online pada Senin (16/11) dia mengakui akan menyelesaikan semua hal yang terkait dengan kewajiban-kewajibannya.

"Tentu saja, saya memahami bahwa saya adalah orang utama yang bertanggung jawab atas situasi ini," kata Pashinyan, seperti dikutip dari Tass, Senin (16/11).

Akibat operasi militer di Nagorno-Karabakh, kendali atas beberapa distrik di Armenia akan beralih ke Azerbaijan.


Pashinyan mengungkapkan, angkatan bersenjata Armenia menderita kekalahan di Nagorno-Karabakh karena mereka bertempur tidak hanya dengan tentara Azerbaijan tetapi juga dengan pasukan Turki dan teroris bayaran dari Timur Tengah.

"Ribuan tentara kami tewas, dan ratusan hilang sejak awal perang," lanjut Pashinyan.

Mengenai apa yang disampaikan Presiden Armenia tentang kebutuhan untuk pengunduran diri, atau penghentian masa jabatan, dan pemilihan umum parlemen, serta gugatan dari pengunjuk rasa yang memintanya segera mundur, Pashinyan memastikan bahwa pengunduran diri tidak ada dalam agendanya saat ini.

“Agenda saya termasuk memastikan stabilitas dan keamanan di republik. Tidak ada masalah lain dalam agenda saya hari ini,” kata Pashinyan.

Enam belas kekuatan politik parlementer dan ekstra-parlementer telah berkumpul di Yerevan setelah penandatanganan pernyataan trilateral untuk mengakhiri perang di Karabakh, menuntut Perdana Menteri Niko Pashinyan untuk mundur.

Orang-orang Armenia memulai protes anti-pemerintah setelah Pashinyan menerima kekalahan melawan Azerbaijan dan menandatangani kesepakatan damai yang mengakhiri konflik bersenjata selama berminggu-minggu di Nagorno-Karabakh.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya