Berita

Gereja Ghazanchetsots di Shushi yang dirusak oleh orang Azerbaijan/Net

Dunia

Kemenlu Armenia Tuntut Tanggung Jawab Azerbaijan Atas Penodaan Dan Pengrusakan Gereja Katedral Shushi

SENIN, 16 NOVEMBER 2020 | 11:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Luar Negeri Armenia mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras pengrusakan dan penodaan Gereja Katedral Ghazanchetsots di Shushi. Kementerian mengungkapkan bahwa seluruh dunia telah menyaksikan manifestasi dari sikap tidak toleran dan rasis Azerbaijan terhadap rakyat Armenia.

Beredar video dan foto yang diterbitkan di domain media sosial Azerbaijan tentang kekejaman mereka sendiri terhadap penduduk sipil Artsakh. Juga tindakan vandalisme terhadap situs khachkars, situs dan monumen keagamaan, serta perbuatan penghancuran yang disengaja dan dibesar-besarkan.

“Beberapa hari setelah gencatan senjata diberlakukan, seluruh dunia kembali menyaksikan manifestasi dari sikap tidak toleran dan rasis Azerbaijan terhadap rakyat Armenia, warisan spiritual, serta sejarah dan budaya negara itu," ujar kementerian, seperti dikutip dari Radio Of Armenia, Minggu (15/11).


Penodaan yang disengaja terhadap Gereja Katedral Ghazanchetsots di Shushi, yang menjadi sasaran barbarisme Azerbaijan, sangatlah keterlaluan.

Suasana Armenophobia dan anti-Armenia yang digaungkan di Azerbaijan serta tindakan yang bertujuan untuk sepenuhnya menghilangkan jejak kehadiran orang Armenia di wilayah Artsakh jelas merupakan pelanggaran hukum internasional, bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal dan harus tunduk pada kecaman yang paling ketat.

"Sementara mengutuk kebiadaban ini dengan cara yang paling tegas terkait dengan warisan peradaban umat manusia, kami, bekerja sama dengan lingkaran internasional terkait, akan terus mengambil langkah-langkah praktis untuk mengadili mereka yang melakukan tindakan ini dan sepenuhnya mencegah tindakan tersebut," tutup kementereian.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya