Berita

Menlu AS Mike Pompeo/Net

Dunia

Pertama Dalam Sejarah, Menlu AS Mike Pompeo Akan Kunjungi Wilayah Permukiman Israel

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 08:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mike Pompeo dilaporkan akan mengunjungi Israel pekan depan. Jika benar, ia akan menjadi menteri luar negeri AS pertama yang mengunjungi salah satu permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki, yang dianggap ilegal oleh sebagian besar dunia.

Menurut laporan tersebut, Pompeo akan mengunjungi kilang anggur Psagot di Tepi Barat dan juga menjadi menteri luar negeri pertama yang melakukan perjalanan ke Dataran Tinggi Golan, yang pencaplokannya oleh Israel diakui oleh Presiden Donald Trump, demikian dilaporkan surat kabar Israel Haaretz dan situs berita Axios.

Departemen Luar Negeri tidak segera mengkonfirmasi laporan tersebut. Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (10/11) hanya dikatakan bahwa Pompeo akan mengunjungi Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.


Perjalanan Pompeo dilakukan dua bulan sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, seorang kritikus permukiman yang telah berjanji untuk melakukan lebih banyak upaya diplomatik untuk menciptakan negara Palestina.

Kunjungan itu dilakukan tepat satu tahun setelah Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak menganggap permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki sebagai ilegal, membuat Washington berselisih dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan hampir semua negara lain kecuali Israel.

Pabrik anggur Psagot berada di tengah perselisihan karena tidak berhasil menantang keputusan Eropa untuk memberi label pada semua produk yang berasal dari pemukiman di tanah yang diduduki.

Laporan Axios dan Haaretz menunjukkan bahwa Psagot kemudian meluncurkan label anggur yang dinamai Pompeo sebagai penghormatan atas pendiriannya.

Aaron David Miller, seorang diplomat veteran AS di Timur Tengah yang sekarang berada di Carnegie Endowment for International Peace, men-tweet bahwa kunjungan Pompeo akan melanjutkan pencalonannya sebagai menteri luar negeri "Amerika yang paling buruk".

"Ini bukan tentang politik Trump atau Bibi; ini tentang Pompeo dan 2024," tulisnya, mengacu pada Netanyahu dengan nama panggilannya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (12/11).

Pompeo telah merahasiakan aspirasinya untuk jabatan yang lebih tinggi dan sering menunjukkan dukungannya terhadap Israel, penyebab utama basis Kristen evangelis Partai Republiknya.

Pompeo telah mendukung Trump atas keputusannya untuk menolak menyerah pada Biden, sementara Netanyahu telah memberi selamat kepada Biden, yang telah mengenal pemimpin Israel itu selama bertahun-tahun.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya