Berita

Webinar yang mengangkat tema "Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia"/Ist

Nusantara

UKSW Adakan Webinar Online: Bangun Indonesia Timur Sama Dengan Bangun Indonesia

KAMIS, 12 NOVEMBER 2020 | 23:04 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pembangunan Indonesia Kawasan Timur menjadi salah satu fokus Pemerintah saat ini, hal tersebut guna mewujudkan keinginan bersama guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum dan khususnya Indonesia Bagian Timur yaitu Papua dan sekitanya yang merupakan wilayah yang sangat eksotik dan memiliki daya tarik salah satunya sebagai tujuan pariwisata.

Dalam rangka membangun wawasan Kebangsaan Indonesia Timur bagi generasi milenial, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga gelar webinar melalui Zoom Meeting, Kamis (12/11).

Webinar yang mengangkat tema "Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia" Merajut Kebhinekaan Mewujudkan NKRI Yang Kuat tersebut mengundang beberapa pembicara diantaranya Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Bid Polhukam dan HAM Laus Deo Calvin Rumayom, Perwakilan generasi muda Papua Pemerhati Pembangunan di Papua, Herepa Hesegem.


Thomas E Alunat Selaku Ketua Panitia Webinar menyampaikan Webinar ini diikuti tidak kurang dari 700 peserta yang tersebar di berbagai Kampus yang ada di Indonesia,.

"Webinar secara online karena saat ini masih pada masa pandemi Covid-19." ungkapnya.

Kepala Lembaga Kemahasiswaan UKSW Giner Maslebu menyebut, Indonesia yang beragam suku budaya dan memiliki ribuan pulau perlu ada sentuhan pembangunan infrastruktur.

Hal itu bertujuan untuk memajukan fundamental ekonomi Indonesia. Pasalnya pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan dalam mempercepat perekonomian nasional, apalagi di kawasan daerah timur.

“Indonesia sangat membutuhkan sentuhan pembangunan. Ini bukan sifat mewah membangun Indonesia tapi ini suatu keharusan membangun Indonesia pada saat estafet mengemban amanah pendiri bangsa untuk mendorong memajukan ekonomi,” imbuhnya.

Senada Rektor UKSW Neil Rupidara, infrastruktur tersebut merupakan pembangunan yang melibatkan dimensi kompleks. Dalam hal ini, banyak yang mengkritik pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak terlalu penting.

“Jadi ini dimensi yang kompleks orang sangat cepat kritik. Itu enggak penting, padahal pembangunan infrastruktur ini sangat dibutuhkan. Semangat untuk menjadi Indonesia harus tetap kuat dan solid dalam perkembangan zaman yang sedang kita hadapi saat ini." ucapnya.

Neil berharap kegiatan ini bisa menjadi bagian dari pendidikan wawasan nasional bagai mahasiswa UKSW maupun bagi mahasiswa di kampus lain.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya