Berita

Ilustrasi virus corona baru/Net

Dunia

Kritik Tim Investigasi Asal Usul Virus Corona Dari WHO, AS: Tidak Transparan

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 10:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) kembali menggaungkan tudingannya kepada China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait asal usul virus corona.

Hadir di Majelis Kesehatan Dunia pada Selasa (10/11), Garrett Grigsby dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menuding penyelidikan asal muasal virus corona yang diterbitkan WHO tidak transparan.

Ia mengatakan, negara-negara anggota baru diberikan informasi mengenai kerangka acuan penyelidikan hanya beberapa hari sebelum pertemuan.


"Itu tidak dinegosiasikan secara transparan dengan semua negara anggota WHO dan penyelidikan itu sendiri tampaknya tidak konsisten," kata Grigsy, seperti dikutip Reuters.

"Memahami asal mula Covid-19 melalui investigasi yang transparan dan inklusif adalah hal yang harus dilakukan untuk memenuhi amanah," lanjutnya.

Pada hari yang sama, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkap komposisi tim penyelidik yang menurutnya diisi oleh individu-individu yang sangat dihormati.

Anggota tim sendiri berasal dari Rusia, Australia, Sudan, Denmark, Belanda, Jerman, Jepang, Vietnam, Inggris dan AS.

Dalam pernyataannya, Inggis menyerukan agar penyelidikan didasarkan pada ilmu pengetahuan yang kuat.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn juga menyuarakan adanya transparansi dan kerja sama penuh selama penyelidikan.

Pakar kedaruratan utama WHO, Mike Ryan sebelumnya mengatakan tim tersebut telah mengadakan pertemuan dengan pihak China terkait waktu pelaksanaan.

Berdasarkan kerangka acuan yang dirilis WHO, tim penyelidik internasional akan menindaklanjuti hasil temuan dari ilmuwan China untuk studi jangka panjang.

Virus corona baru atau SARS-CoV-2 adalah penyebab penyakit Covid-19 yang ditemukan sejak akhir tahun lalu di kota Wuhan. Virus tersebut diyakini berasal dari kelelawar yang ada di pasar hewan di sana.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya