Berita

Christopher Miller, pengganti Mark Esper sebagai menteri pertahanan/Net

Dunia

Mengenal Christopher Miller, Pendukung Setia Trump Yang Menggantikan Mark Esper

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 09:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah pemecatan Mark Esper yang mengejutkan, Presiden Donald Trump mengumumkan sosok yang akan menduduki kursi menteri pertahanan.

Melalui akun Twitter-nya pada Selasa (10/11), Trump memperkenalkan Christopher C. Miller sebagai pengganti Esper.

"Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Christopher C. Miller, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional yang sangat dihormati (dengan suara bulat dikonfirmasi oleh Senat), akan menjadi Penjabat Sekretaris Pertahanan, berlaku segera," kata Trump.


Dimuat TRT World, Miller merupakan seorang loyalis Trump. Ketika bertugas ebagai komentator Fox News, ia membuat pernyataan ofensif tentang mantan Presiden Barack Obama.

Miller memulai karir militer sebagai tentara tamtama, kemudian bergabung dengan Pasukan Khusus Angkatan Darat AS, di mana ia berpartisipasi dalam perang di Afganistan dan Irak.

Pada Maret 2018, Miller mulai bertugas di pemerintahan Trump sebagai penasihat kontraterorisme di Dewan Keamanan Nasional. hingga Desember 2019, ia terlibat dalam operasi melawan ISIL.

Pada 2020, ia menjadi wakil asisten menteri pertahanan untuk operasi khusus dan memerangi terorisme.

Selain mengangkat Miller, pemerintahan Trump juga akan menjadikan Kash Patel, penasihat kontraterorisme di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, sebagai kepala stafnya.

Patel sendiri bekerja sebagai pembantu utama Perwakilan Devin Nunes, seorang Republikan pro-Trump yang mengetuai Komite Intelijen DPR dan sekarang menjadi anggota minoritas teratas.

Saat bekerja untuk Nunes, Patel membantu membuat memo yang menuduh FBI dan Departemen Kehakiman bias terhadap Trump.

Setelah kepergian Esper, penasihat kebijakan utama Pentagon pun mengundurkan diri, memungkinkan pos itu diisi oleh Anthony Tata, pensiunan brigadir jenderal Angkatan Darat yang menyebut Obama "seorang pemimpin teroris".

Perombakan besar-besaran di Pentagon tersebut memicu kekhawatiran di kalangan Demokrat terkait kebijakan keamanan nasional AS menjelang kepergian Trump.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya