Berita

Presiden PKS, Ahmad Saikhu/Net

Politik

Presiden PKS: Tonggak Kepemimpinan Nasional Lahir Dari Basis Daerah Yang Kuat

SABTU, 07 NOVEMBER 2020 | 19:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden PKS Ahmad Syaikhu lanjutkan safari pemenangan Pilkada 2020 di Kota Padang, Sumatera Barat.

Saikhu dalam safarinya menekankan pentingnya pilkada sebagai bagian dari penyiapan kepemimpinan daerah yang kuat untuk siapkan pemimpin nasional.

"Tahun 2020 sangat penting bagi proses regenerasi kepemimpinan daerah. Maka hasil dan kemenangan pada Pilkada 2020 akan menjadi tangga sukses PKS di 2024," kata Saikhu dalam keterangan, Sabtu (7/11).


Dia juga menekankan, PKS harus besar dengan ditopang basis sosial yang kuat layaknya pohon. Ia ingin agar pembangunan kepemimpinan daerah diperkuat sampai ke basis desa.

"Kita ingin basis sosial kita kuat seperti pohon. Semakin besar dan tinggi maka harus semakin kuat akarnya. Atau seperti bangunan semakin tinggi maka pondasinya harus semakin kuat. Mari kita optimalkan semua potensi yang kita miliki dengan kerja-kerja yang terstruktur, sistematis, dan masif," ujarnya.

Saikhu menambahkan, saat ini kepercayaan publik terhadap PKS terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan naiknya raihan suara PKS pada Pemilu 2019.

Ia berpesan agar momentum untuk terus mendapatkan kepercayaan publik ini dijaga, termasuk melalui pilkada serentak 2020 di Sumatera Barat.

"Berbagai hasil survei setidaknya memberikan gambaran dan membuat kita harusnya semakin optimis, tanda-tanda kenaikan suara PKS di masa-masa mendatang sudah mulai tampak," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Sumatera Barat Irsyad Safar mengamini apa yang dikatakan Ahmad Syaikhu.

Kata dia, PKS mendapatkan kepercayaan publik yang besar di Sumatera Barat. Hal ini tercermin dari kenaikan suara PKS di Sumbar.

"Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap PKS pada Pemilu 2019 akan diteruskan pada pemenangan calon kepala daerah di Sumatera Barat yang didukung dan diusung oleh PKS," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya