Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Nasdem, Muhammad Farhan/Net

Politik

Politikus Nasdem: Vaksin Covid-19 Bukan Obat Ajaib

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 17:03 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Program penyuntikan vaksin Covid-19 disebut menjadi harapan terakhir penanganan pandemi di tanah air. Namun, tidak berarti pemberian vaksin ini akan menyelesaikan masalah secara tuntas.

Salah satu harapan yang ada terkait pemberian vaksin ini adalah bisa membantu pemulihan ekonomi di Indonesia yang dianggap telah memasuki resesi.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi pada kuartal III 2020. Meski masih lebih baik dari kuartal II 2020 yang minus 5,32 persen. Kuartal III angkanya minus 3,49 persen secara tahunan.


"Kondisi ekonomi kita memang menunjukan beberapa indikator yang mengkhawatirkan. Puncaknya tentu pada pertumbuhan ekonomi nasional yang kembali mengalami pertumbuhan negatif di kuartal ketiga 2020," ucap anggota Komisi I DPR RI Fraksi Nasdem, Muhammad Farhan, di Bandung, Jumat (6/11).

"Namun memang ada beberapa indikasi yang dikenal umum yang menunjukan angka menggembirakan. Seperti surplus perdagangan internasional, IHSG yang trennya kembali naik, dan penguatan nilai tukar rupiah di pasar uang. Namun secara umum perekonomian kita masih rentan (volatile)," tambahnya.

Selain itu, kesiapan vaksinasi harus benar-benar berlangsung tanpa cacat dan memberi kepastian layanan bagi masyarakat terutama kelas kurang mampu. Jangan sampai langkah pemberian vaksin ini menjadi terburu-buru dan sekadar angin surga bagi masyarakat.

"Vaksin ini bukan obat ajaib seperti di film Hollywood. Kita harus memperhatikan masalah pelatihan dan pengadaan alat suntik dan penyertaannya untuk vaksinasi, distribusi, dan logistik vaksin sampai ke seluruh pelosok Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan, distribusi vaksin dari pemerintah hingga ke tangan warga harus dikawal ketat dan semaksimal mungkin tidak ada kesimpangsiuran.

"Harapan terhadap vaksin memang tinggi. Dengan komitmen kuat dari tiga perusahaan Tiongkok dan kesediaan lembaga penelitian di Inggris untuk pengembangan dan produksi vaksin Covid-19, maka wajar jika vaksin ini menjanjikan penyelesaian," tuturnya dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Ia menilai, teknis distribusi akan menjadi problem yang justru akan membuat vaksin ini gagal memberi solusi, terutama dalam hubungannya dengan kebangkitan ekonomi.

"Maka kami tekankan agar Menkes diharapkan tidak membuat kesalahan dalam penanganan vaksin Covid-19. Menkes Terawan harus membuktikan itu. Karena kerja besar Menteri BUMN, Erick Thohir dan ibu Menlu akan percuma jika Kemenkes gagal jadi agen vaksinasi yang efektif," tuturnya.

Penekanan kepada Terawan ini pun dinilai perlu sebagai bentuk apresiasi kerja keras Menteri BUMN dan Bio Farma.

"Kerja kompak Erick Thohir dengan Menlu Retno berhasil membuka komitmen Internasional untuk memastikan suplai vaksin bagi Indonesia. Sementara itu lewat kerja keras Menko Marves pun pengembangan rapid test dan obat Covid-19 buatan Kimia Farma menunjukan realisasi yang signifikan," tegasnya.

"Jika poin di atas bisa ditangani dengan baik, maka itulah yang akan jadi momen kebangkitan ekonomi. Vaksinasi yang merata dan adil akan meningkatkan kepercayaan diri para pelaku ekonomi. Mereka kembali menjadi motor pergerakan lokomotif ekonomi nasional. Jadi vaksin Covid-19 ini, walaupun bukan obat ajaib, tetapi menjadi efek psikologis yang kuat untuk membangkitkan optimisme," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya