Berita

Dimas Oky Nugroho/Net

Politik

Dimas Oky: Generasi Muda Harus Bangun Kompetensi Dan Solidaritas Di Masa Pandemi

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 15:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Anak muda harus mampu berempati dan memanfaatkan momentum situasi sosial ekonomi dan pandemi Covid-19 yang terjadi untuk bangkit.

Dua hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan progresivitas dalam hal kompetensi dan integritas, serta bangun solidaritas sosial.

Hal ini diungkapan Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho dalam diskusi terbuka dengan sejumlah aktivis mahasiswa, politisi muda, pengusaha dan pemimpin muda se-Jawa Barat di Forum Kolaborasi Positif, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/11).


“Ketidakpastian global yang berdampak ke dalam negeri mengharuskan kita para anak muda untuk semakin mempersiapkan diri bangun kapasitas kita," ujar Dimas Okky dalam keterangannya.

"Belajarlah dari pengalaman generasi sebelumnya, dan berempati terhadap masalah-masalah nasional seperti kesenjangan sosial, bahwa tantangan kita adalah memperkuat SDM, kemudian memastikan ekonomi riil bergerak, serta terbukanya kesempatan kerja yang berkualitas untuk anak bangsa," imbuhnya menambahkan.

Dalam kesempatan ini, Dimas juga mengajak anak muda untuk menyadari bahwa masa-masa ini adalah masanya anak muda berkontribusi kepada negara bangsanya. Dengan adanya kesadaran peran dan kontribusi anak muda terhadap masyarakat maka diharapkan Indonesia dapat mendorong pemulihan ekonomi sekaligus memutus mata rantai Covid-19.

“Jumlah anak muda hari ini, serta usia produktif, sangat besar. Sudah pasti mereka adalah indikator pergerakan ekonomi riil. Kesadaran, kualitas dan pergerakan mereka adalah kunci transformasi sosial ekonomi nasional,” jelasnya.

Dimas menyatakan, terdapat tiga tantangan yang perlu dihadapi oleh generasi muda saat ini dan ke depan. Pertama, ikut membangun Nation Building sehingga persatuan Indonesia menjadi lebih kokoh. Hal ini bisa dilakukan dengan cara-cara anak muda kekinian yang positif membangun visi kebangsaan.

Kedua, ikut membantu upaya state building. Yakni mendorong agar institusi pemerintah di pusat maupun daerah berfungsi dengan baik untuk melayani masyarakat. Juga, untuk mempersiapkan diri sebagai calon-calon pemimpin yang kapabel dalam regenerasi kepemimpinan bangsa.

Ketiga, berpartisipasi dalam upaya economic development. Menurut Dimas, ke depan adalah momentum ekonomi digital dan ekonomi kreatif. UMKM dan kewirausahaan di berbagai sektor adalah jalan pilihan utama oleh anak-anak muda.

“Ini momentum kita sebagai anak muda. Mari kita bangun Indonesia bareng-bareng. Kita mulai dengan membangun kesadaran bersama bahwa anak muda dapat berperan positif memajukan bangsa,” demikian Dimas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya