Berita

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab/Net

Politik

PDIP: Memangnya Siapa Yang Permasalahkan Kepulangan Habib Rizieq Shihab?

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 13:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tidak ada yang mempermasalahkan rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke tanah air.

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan Prof Hendrawan Supratikno saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (4/11).  

"Tak ada masalah. Memang siapa yang mempermasalahkan? Kita harus menghormati pilihan yang diambilnya," ujar Hendrawan.


Bahkan bila perlu, kata Hendrawan, sepulangnya pentolan FPI itu ke Indonesia akan lebih baik jika dia diwadahi dalam organisasi partai politik dalam rangka menyemarakkan demokrasi.

"Sebagai tokoh yang punya pengikut, saya sangat berharap apabila partisipasi politik yang bersangkutan diwadahi dalam organisasi partai politik, sehingga ikut menyemarakkan sistem demokrasi kita," kata Hendrawan.

Menurut Hendrawan, sesama anak bangsa tidak baik jika terus bertengkar dan terjebak dalam dendam politik.

"Demokrasi kita harus terus kita semaikan dengan spirit kebangsaan, persatuan dan pencerahan," demikian Hendrawan Supratikno.

Sekadar informasi, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) akan pulang ke tanah air dari Saudi Arabia.

Melalui streaming Front TV Rizieq mengumumkan sendiri bahwa dirinya akan tiba di Indonesia pada 10 November.

Dalam pengumuman tersebut, Rizieq memastikan bahwa dirinya dan keluarga sudah mengantongi surat izin keluar dari Arab Saudi.

Dia pun mengancam akan menuntut pihak-pihak yang menyebut dirinya overstay di Arab Saudi.

“Saya nyatakan mulai hari ini, siapa pun, termasuk pejabat Indonesia baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri, kalau ada yang mengatakan saya overstay saya akan tuntut secara hukum, karena itu menuduh saya melakukan pelanggaran," ujarnya seperti dikutip redaksi, Rabu (4/11).

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya