Berita

Karyono Wibowo/Net

Politik

Isu Komunis Hanya Model Propaganda Orde Baru Untuk Bungkam Lawan Politik

SABTU, 31 OKTOBER 2020 | 13:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri jengkel dan kesal lantaran partainya terus dirundung isu PKI (Partai Komunis Indonesia). Ia juga mengaku kesal isu tersebut menerpa Presiden Joko Widodo.

Menurut Pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, narasi kebangkitan komunisme atau PKI yang mencuat akhir-akhir ini perlu dikaji motif di baliknya. Dibalik narasi kebangkitan komunisme atau PKI tercium aroma politik yang menyengat.

"Karena isu komunis atau PKI ini ibarat kaset kusut yang diputar berulang-ulang. Kita masih ingat, propaganda usang yang terjadi pasca perang dingin itu selalu dijadikan komoditas politik oleh rezim orde baru untuk membungkam lawan politik," kata Karyono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (31/10).


Padahal, secara yuridis, sudah tidak ada ruang untuk menghidupkan kembali PKI dan ajaran komunis karena TAP MPRS 25/1966 yang melarang ajaran komunis masih berlaku. Selain itu, larangan penyebaran ajaran komunisme/Marxisme/Leninisme juga ditegaskan dalam Pasal 107a, 107c, 107d dan 107e UU 27/1999 Tentang Perubahan KUHP yang Berkaitan Dengan Kejahatan Terhadap Kemanan Negara.  

"Namun faktanya, isu komunis atau PKI masih terus dihembuskan di panggung-panggung politik. Lucunya, meski sudah usang dan kurang laku, tapi terus digaungkan ke tengah-tengah publik dari masa ke masa," tegas dia.

Setiap memasuki bulan September, kata Karyono, isu PKI sangat kencang diiringi dengan pemutaran film G30S/PKI versi orde baru yang kontroversial agar diputar kembali.

Memang, sulit dipungkiri, menurut Karyono ada kekuatan politik tertentu sengaja memanfaatkan momentum guna melancarkan propaganda politik. Tujuan utamanya tak lain adalah mendelegitimasi lawan politik. Di sisi lain bertujuan untuk mendapatkan dukungan publik yang mereka harapkan bisa terpengaruh.

Namun sayangnya, propaganda isu komunis atau PKI kurang efektif untuk menaklukkan lawan politik. Hal itu teruji ketika isu tersebut digunakan untuk membidik PDIP dan membendung langkah Joko Widodo dalam beberapa kali pemilu terbukti gagal. Propaganda usang itu tak mampu menahan kemenangan PDIP di pemilu legislatif dan pilpres dua kali berturut-turut.

"Jadi, menurut saya, pihak yang terus menerus menggunakan isu komunisme atau PKI sebagai alat propaganda politik untuk tujuan berkuasa adalah kelompok yang tidak mau belajar dari kegagalan. Mereka kurang kreatif dan inovatif dalam membuat propaganda yang lebih efektif," demikian Karyono

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya