Berita

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar/Net

Dunia

Lima Poin Penting Untuk Memperkuat Kerja Sama Indonesia-Vietnam

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 10:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah tantangan dan ketidakpastian yang terjadi saat ini, Indonesia dan Vietnam harus beradaptasi, serta memperkuat kerja sama di sejumlah sektor penting.

Terdapat lima poin penting yang dapat dilakukan oleh Indonesia dan Vietnam untuk memperkuat kerja sama, berdasakan hasil observasi dari Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

"Pertama, mendorong ekspansi kerja sama sektor perikanan, termasuk memperbarui MoU tentang perikanan dan investasi di bidang perikanan serta industri akuakultur," kata Mahendra dalam seminar bertajuk "Reflection of the 65 Years of Vietnam - Indonesia Relations and the Way Forward" pada Senin (26/10).


Kedua, lanjut Mahendra, mendorong berbagai kerja sama dan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pebisnis, baik dari Indonesia maupun Vietnam.

Setelah itu, Mahendra juga menyarankan agar kedua negara menangani berbagai persoalan akibat hambatan non-tarif dalam hubungan perdagangan.

"Empat, mempromosikan kerja sama di bidang ekonomi kreatif, termasuk saling mempromosikan dan berbagi praktik-praktik terbaik," tambah dia.

Terakhir, Mahendra mengatakan, kedua negara juga perlu membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi generasi muda melalui pertukaran pelajar dan program lainnya.

Seminar yang digelar oleh KBRI Hanoi itu bertujuan untuk memperingati 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Mahendra sendiri hadir secara virtual karena seminar berlangsung secara hybrid.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya