Berita

Pansus Banjir DKI Jakarta berpoto bersama Risma/Net

Nusantara

Kunjungi Kantor Risma, Anggota DPRD DKI Belajar Cara Atasi Banjir

JUMAT, 23 OKTOBER 2020 | 07:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Panitia Khusus Banjir DPRD DKI Jakarta mengunjungi Pemerintah Kota Surabaya untuk mempelajari dan berdiskusi mengenai penanganan banjir. Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan banyak kesamaan antara Surabaya dan DKI Jakarta. Salah satunya adalah wilayahnya yang dekat dengan laut.

"Karena posisinya yang sama berada di tepi laut dan datarannya rendah, persis seperti Jakarta. Selain itu, kami memilih Surabaya karena 10 tahun yang lalu mereka mengalami banjir yang sangat parah," kata Zita kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (23/10).


Dari kunjungan tersebut, setidaknya ada lima masukan yang didapat dan akan segera dilampirkan dalam penyusunan rekomendasi.

"Satu, (jalur) pedestrian atau jalan. Ketika membuat jalan, pastikan saluran di bawah jalan yang lebih utama, agar sistem drainasenya berjalan baik. DKI belum sinkron untuk itu, masih utamakan membangun jalan, salurannya tidak diperhatikan," kata Zita Anjani.

Cara lain yakni memperhatikan kapasitas catchment (daerah tangkapan air) sesuaikan dengan saluran yang menampung agar airnya bisa disimpan dan kemudian dialirkan secara alami.

"Ketiga, air adalah anugerah dari Tuhan. Baik itu datangnya dari laut, lokal, ataupun kiriman. Pasti sulit. Makanya kita jangan hanya berdalih, kerja keras lebih baik," lanjut Zita.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini melanjutkan, dalam menangani banjir harus ada kolaborasi antar dinas dan kesadaran warga. Ketika musim hujan, seluruh dinas harus dikerahkan, tidak hanya satu atau dua dinas saja.
Saran berikutnya adalah, sebelum air masuk kota, debitnya terlebih dahulu harus dikurangi dengan cara memastikan aliran sungai memadai.

"Apresiasi sekali untuk masukannya. Intinya, keseriusan menangani banjir adalah kunci. Jika banyak dana dan rencana tanpa eksekusi, maka DKI akan tetap sama ceritanya setiap awal tahun, banjir," pungkas Zita.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya