Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Umbar Janji, Trump Akan Berikan Koktail Antibodi Gratis Untuk Seluruh Warga AS

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 12:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumbar janji kepada para pendukungnya, yaitu akan memberikan antibodi yang membuatnya pulih dari Covid-19 kepada seluruh warga Amerika secara gratis.

Berbicara dalam kampanye di Janesville, Wisconsin pada Sabtu (17/10), Trump mengatakan jika kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden menang, maka akan berdampak buruk bagi penanganan wabah Covid-19 di AS.

"Kami akan membuat, apa yang saya dapatkan, tersedia untuk semua orang, gratis. Antibodi, saya pikir antibodi adalah yang terbaik, kami akan membuatnya gratis," kata Trump, seperti dikutip Sputnik.


"Pemilihan ini adalah pilihan antara pemulihan super Trump atau depresi Biden," sambung dia.

Pada hari yang sama dengan pembahasan yang serupa, Trump juga melakukan kampanye di Muskegon, Michigan.

"Demokrat akan menghentikan pemulihan kami dengan penguncian yang tidak ilmiah seperti yang dilakukan gubernur Anda sekarang," kata Trump.

"Biden akan menutup negara, menunda vaksin dan memperpanjang pandemi," lanjutnya.

Setelah itu, Trump juga melanjutkan kampanye di Sanford, Florida dengan mengumbar janji yang sama.

Usai dinyatakan terinfeksi virus corona pada 2 Oktober, Trump dirawat di Pusat Medis Militer Walter Reed. Selama dirawat, presiden AS ke-45 itu diobati dengan koktail antibodi eksperimental.

Kemudian pada 12 Oktober, Dokter Gedung Putih, Dr. Sean Conley, mengumumkan Trump dinyatakan negatif Covid-19 selama beberapa hari berturut-turut.

Seperti halnya Trump, istrinya Melania dan anaknya, Barron yang berusia 14 tahun yang juga terinfeksi telah dinyatakan negatif.

Berhasilnya Barron melewati Covid-19 tanpa gejala membuat Trump semakin gencar menyuarakan idenya untuk membuka kembali sekolah di AS.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya