Berita

Kelompok Hashd al-Shaabi menyerang dan membakar gedung markas Partai Demokrat Kurdistan (KDP)/Net

Dunia

Marah Dengan Tudingan Politisi Kurdi, Kelompok Hashd al-Shaabi Serang Dan Bakar Markas Partai

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 09:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pernyataan yang dibuat oleh politisi Kurdi, Hoshyar Zebari terkait penempatan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) atau Hashd al-Shaabi di Zona Hijau, area kantor pemerintah dan misi internasional utama berada, dan di Bandara Baghdad telah memicu badai kontroversi di Irak.

Dalam pernyataannya, politisi Partai Demokrat Kurdistan (KDP) itu mempertanyakan kemampuan otoritas pertahanan untuk menghadapi "pengaruh negatif" Iran di Baghdad.

Ia mengatakan, rencana Amerika Serikat (AS) untuk menutup kedutaan besarnya di Baghdad karena adanya ancaman oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan Iran.


Zebari juga menuding kelompok tersebut yang bertanggung jawab atas beberapa roket Katyusha ke Zona Hijau.

Menanggapi pernyataan Zebari, para pendukung kelompok Hashd al-Shaabi geram.

Dilaporkan Anadolu Agency, mereka menyerbu markas partai KDP di distrik Karada, Baghdad untuk membakarnya.

Kapten Polisi Hatem al-Jaberi mengatakan pasukan keamanan gagal mencegah pengunjuk rasa yang marah menyerbu gedung.

Tidak ada informasi tentang korban jiwa. KDP pun belum mengomentari insiden tersebut.

Hashd al-Shaabi sendiri merupakan organisasi syiah yang didukung Iran di Irak. Sementara KDP adalah salah satu partai yang berkuasa di wilayah Kurdi Irak utara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya