Berita

Ilustrasi rudal/Net

Dunia

Soroti Penyebaran Rudal AS Di Asia Pasifik, Rusia Ambil Ancang-ancang

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 07:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia tampaknya tengah mempersiapkan tanggapan atas penyebaran rudal jangka menengah dan pendek milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Pasifik.

Dutabesar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov mengatakan, pengerahan rudal yang dilakukan Washington mengancam keamanan negaranya.

"Jika rudal Amerika dikerahkan di Asia Pasifik, dan sekali lagi dikonfirmasi kepada saya kemarin bahwa rudal tersebut akan dikerahkan, maka jangkauan rudal ini akan mencapai Federasi Rusia, mencakup target strategis pencegahan nuklir statis," kata Antonov saat melakukan wawancara dengan Channel One Rusia.


Pada Agustus 2019, AS telah meninggalkan Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dengan Rusia. Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) yang baru, kesepakatan kendali senjata besar terakhir antara AS dan Rusia sendiri akan berakhir pada 5 Februari 2021.

Antonov mengatakan, Rusia telah melakukan komitmen sepihak untuk tidak mengerahkan rudal jarak menengah dan pendek sampai AS menyebarkan rudal semacam itu di beberapa wilayah.

"Kemarin, saya menerima konfirmasi sekali lagi bahwa inilah yang akan terjadi (penyebaran rudal AS) dan saya katakan bahwa, tentu saja, langkah-langkah yang memadai akan diambil dari pihak Rusia," tegas Antonov.

Menurut Antonov, Moskow telah berusaha memperingatkan politisi Washington akan kurangnya dialog mengenai pengurangan senjata berbahaya. Namun sejauh ini belum ada kemajuan pembicaraan antara Rusia dan AS.

"Amerika yakin bahwa mereka akan memenangkan perlombaan senjata, mereka yakin bahwa mereka akan menyelesaikan kebijakan sebelumnya yang mencabik-cabik ekonomi Rusia," ujar Antonov.

"Meskipun saya terus menerus menegaskan bahwa jalan seperti itu berbahaya, bahwa dialog itu perlu, tidak berhasil meyakinkan politisi Amerika saat ini, setidaknya orang-orang penting yang bertanggung jawab atas pengendalian senjata," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya