Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Marak Demo Tolak Omnibus Law, Luhut: Yang Punya Birahi Politik, Tahan Dulu!

JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 12:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja yang terjadi dalam sepekan terakhir ini ternyata berimbas terhadap jumlah pasien terjangkit Covid-19. Sejumlah pendemo diketahui telah terpapar Covid-19 dan harus menjalani perawatan.

Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri.

“Yang punya birahi-birahi politik tahan dulu deh, tunggu sampai ini bagus, tidak ada maksud apa-apa. Karena tadi laporan Polda sudah jelas berapa banyak yang kena Covid-19 akibat demonstrasi, mau ditambah lagi?” tegas Luhut dalam acara di Metro TV, Kamis malam (15/10).


“Anda tahu enggak berapa orang yang akibat mati gara-gara itu?” tanyanya serius.

Luhut pun menyinggung salah satu mantan pejabat yang diduga ikut menggerakkan massa menolak omnibus law kemarin, untuk membaca naskah undang-undang sapu jagat itu dengan seksama sebelum melakukan demonstrasi.

“Padahal belum baca omnibus law, baca dulu deh, apalagi pemimpin-pemimpin itu yang merasa dirinya pemimpin mantan pejabat tinggi, baca dengan baik-baik, Anda berdosa melakukan ini semua,” ucapnya.

Mantan Menkopolhukam ini menegaskan, pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyatnya dengan lahirnya omnibus law UU Cipta Kerja ini.

“Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Bahlil dengan jelas, mana ada pemerintah yang ingin rakyatnya sengsara, enggak ada. Pemerintah itu harus pikir yang bagus," ujar Luhut.

"Jadi untung ada Presiden Joko Widodo lakukan itu, berani melakukan itu. Berpuluh-puluh tahun enggak ada yang berani bikin itu semua itu, jangan bilang buru-buru,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya