Berita

Air limbah radioaktif yang masih disimpan dalam tanki/Net

Dunia

Setelah Perdebatan Panjang, Jepang Putuskan Buang Air Limbah Radioaktif Ke Laut

JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 08:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk membuang air yang terkontaminasi dengan zat radioaktif di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut.

Dilaporkan Kyodo pada Jumat (16/10), keputusan resmi pemerintah terkait dengan air limbah radioaktif tersebut akan dirilis pada bulan ini.

Setelah lumpuh akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011 lalu, Tokyo Electric Power (Tepco) yang mengembangkan PLTN Fukushima kebingungan mencari tempat untuk membuang air limbah tersebut.


Pasalnya, tempat peyimpanan air limbah diproyeksikan akan habis pada 2022. Di mana sejauh ini, Tepco sudah mengumpulkan air limbah radioaktif dalam tanki-tanki di lokasi yang mengalami kerusakan akibat bencana. 

Air pada awalnya digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir agar tidak meleleh. Tetapi air tersebut terkontaminasi dari pipa pendingin yang digunakan.

Tahun lalu, sebuah badan pemerintah Jepang mengusulkan agar air limbah radioaktif itu dibuang ke laut.

Namun nelayan dan penduduk lokal selalu menyuarakan keberatan yang kuat untuk melepaskan air ke laut karena kekhawatiran akan mencemari lingkungan dan hewan laut yang mereka tangkap.

Selain itu, negara tetangga Korea Selatan juga menyoroti pembuangan air limbah yang mengandung tritium, isotop, dan hidrogen itu. Meski dinyatakan tidak berbahaya, namun air limbah diperkirakan masih mengandung kontaminan selain ketiga unsur tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya