Berita

Anggota Badan Legislasi, Sturman Panjaitan/Net

Politik

Anggota Baleg Pastikan Tidak Ada Permainan Dan Revisi Dalam UU Cipta Kerja

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 10:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Salah satu pihak yang jadi sorotan masyarakat atas disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja adalah Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Sorotan makin tajam karena draf resmi UU tersebut terus mengalami perubahan halaman.

Ada beberapa versi jumlah halaman dari UU Ciptaker yang tersebar di media sosial. Mulai dari 905 halaman, kemudian menjadi 1.035 halaman, dan terakhir berubah menjadi 812 halaman.

Perubahahan jumlah halaman dari UU Ciptaker tersebut memicu sejumlah pertanyaan publik. Bahkan ada yang menuding ada permainan antara parlemen dengan korporasi dan pemerintah.


Menanggapi hal tersebut, anggota Baleg DPR, Sturman Panjaitan menjelaskan, perubahan angka halaman dalam UU Cipta Kerja itu bukan karena adanya revisi konten atau substansi dari undang-undang tersebut.

“Tidak ada yang direvisi kembali dari naskah UU tersebut menjadi 812 halaman. Itu hanya penyesuaikan kertas dari A4 menjadi Legal,” ujar Sturman kepda Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/10).

Selain substansi dari UU tersebut yang dianggap akan memberi dampak buruk bagi masyarakat, Baleg juga diduga melakukan permainan jahat dan berpihak pada korporasi dengan mengesahkan UU Cipta Kerja secara terburu-buru.

Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan ini pun menegaskan kepada masyarakat bahwa parlemen tidak main-main dalam membahas UU Ciptaker ini dan tidak ada yang disembunyikan dari masyarakat.

“Enggak ada permainan apapun. Berdoa sebelum bekerja dan beri penjelasan yang jelas tanpa ada yang disembunyikan semoga semuanya lancar,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya