Berita

Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net

Dunia

AS Pasif Soal Konflik Nagorno-Karabakh, Joe Biden: Donald Trump Memanjakan Turki

RABU, 14 OKTOBER 2020 | 16:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden mendesak rivalnya sekaligus petahana, Presiden Donald Trump untuk memberikan peringatan kepada Azerbaijan dan Turki atas konflik Nagorno-Karabakh.

Desakan itu disampaikan Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari ini, Rabu (14/10). Di mana mantan Wakil Presiden AS itu menyoroti gagalnya gencatan senjata yang telah disepakati antara Armenia dan Aerbaijan.

"Saya sangat prihatin dengan gagalnya gencatan senjata 10 Oktober dan dimulainya kembali pertempuran di dan sekitar Nagorno-karabakh," ujar Biden, seperti dikutip Armen Press.


Menurut Biden, sejak pertempuran terbaru pecah pada 27 Oktober, pemerintahan Trump sangat pasif dan menghindari keterlibatan dalam eskalasi yang terjadi baru-baru ini di Nagorno-Karabakh. Padahal perseteruan tersebut sudah memakan banyak korban jiwa di kedua sisi.

"Baik Presiden Trump maupun Menteri Luar Negeri (Mike) Pompeo tidak melakukan satu panggilan telepon pun kepada para pemimpin Armenia dan Azerbaijan," tegasnya, sembari menekankan bahwa AS harus lebih terlibat melalui kerja sama dengan Eropa.

Biden juga menyoroti bagaimana keterlibatan Turki untuk mendukung Azerbaijan dalam konflik itu.

"(Pemerintahan Trump) harus berhenti memanjakan Ankara dan memberi tahu Turki dan Iran untuk menghindari konflik ini," kata Biden.

"Penyediaan senjata Turki ke Azerbaijan dan retorika permusuhan yang mendorong solusi militer adalah tidak bertanggung jawab. Resolusi diplomatik tidak akan mudah dicapai, tetapi pemerintahan Trump memiliki kewajiban untuk mencobanya. Ini harus dilakukan segera sebelum lebih banyak nyawa hilang dan konflik meluas," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya